Iklan paling atas
Header
Menu utama
Menu kedua
Iklan melayang kiri dan kanan (layar lebar)
Iklan 160 x 600
Iklan 160 x 600
Iklan bawah menu
Advertisement
Iklan 970 x 90
Beranda: Headline dan Rekomendasi
 
 
Konten utama

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Mengapa Harga BBM Dunia Belum Juga Turun?

Oktober 10, 2026
A Penulis: Admin | Editor: Redaksi
Selat Hormuz Sudah Dibuka, Mengapa Harga BBM Dunia Belum Juga Turun?

Ilustrasi: kapal tanker di laut (Foto: Shaah Shahidh / Unsplash)

Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia, memang tak lagi lumpuh. Namun harga bahan bakar di berbagai negara belum juga melandai. Di Amerika Serikat, misalnya, rata-rata harga bensin menurut AAA mencapai US$4,36 per galon atau sekitar Rp20.600 per liter, tertinggi untuk periode yang sama dalam setahun terakhir.

Penyebab utamanya adalah risiko keamanan yang masih tinggi. Sejumlah kapal dagang dilaporkan terkena proyektil di kawasan tersebut, termasuk sedikitnya dua kapal tanker minyak mentah. Kondisi ini membuat biaya angkut melonjak drastis. Data Clarksons menunjukkan sewa kapal tanker raksasa dari Teluk Persia ke China kini sekitar US$1,6 juta per hari, padahal tahun lalu hanya sekitar US$65 ribu.

Biaya asuransi pun membengkak. Produsen minyak disebut harus merogoh puluhan juta dolar untuk satu kali perjalanan pulang-pergi melewati selat itu. Akibatnya, ongkos mengeluarkan minyak dari kawasan Teluk naik dari sekitar US$2 menjadi sekitar US$33 per barel.

Selisih harga juga terlihat antara minyak fisik dan kontrak berjangka. Harga Dated Brent sempat menyentuh US$135,74 per barel pada Kamis (8/10), jauh di atas Brent futures yang bertahan di kisaran US$100.

Tekanan lain datang dari serangan Houthi di Bab al-Mandeb, serangan drone Ukraina terhadap kilang Rusia, serta pembatasan ekspor BBM oleh Rusia dan China. Di saat bersamaan, kilang-kilang besar sudah bekerja hampir maksimal dan cadangan minyak dunia terus menyusut, sehingga harga diperkirakan masih akan tinggi dalam waktu dekat.

Sumber: CNN Indonesia

 
Tag:Bisnis

Ikuti Update Berita Ini

 

Berita Terkini

Selengkapnya
 

Komentar (0)

 
Iklan sisipan (dipindah otomatis)
Beranda: blok berita (Label/tipe/jumlah)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan 320 x 50
 
SAEBERITA